Jumat, 20 Desember 2013
Senin, 06 Mei 2013
Alasan Mengapa Aku Harus Menikahimu
Bismillah
Assalammualaikum, wr, wb
Pendengar Nurani yang budiman,
Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon
istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun
semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua,
terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 pertanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan mudah, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur’an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku.
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan “mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!”.
Pemuda itu mengatakan, Pertama aku bertanya kepadanya, siapa yang paling kamu cintai? dia menjawab, ibunya. (Orangtuanya mengatakan, “apa yang salah dengan itu?”) pemuda itu menjawab, “Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu’alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini”. Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 pertanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan mudah, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur’an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku.
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan “mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!”.
Pemuda itu mengatakan, Pertama aku bertanya kepadanya, siapa yang paling kamu cintai? dia menjawab, ibunya. (Orangtuanya mengatakan, “apa yang salah dengan itu?”) pemuda itu menjawab, “Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu’alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini”. Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.
Pemuda itu berkata, kemudian aku bertanya, kamu banyak membaca Al-Qur’an, dapatkan kamu memberitahuku arti dari salah satu surat? dan dia mengatakan tidak, karena belum memiliki waktu. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa Aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya.
Pertanyaan ketiga yang aku tanyakan kepadanya, bahwa banyak gadis yang lebih cantik darinya, yang telah melamarku untuk menikah, mengapa Aku harus memilihmu? itulah mengapa dia mengadu, marah. (Orangtua si pemuda mengatakan bahwa itu adalah hal yang menyebalkan untuk dikatakan, mengapa kamu melakukan hal semacam itu, kita harus kembali meminta maaf). Si pemuda mengatakan bahwa Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) mengatakan “jangan marah, jangan marah, jangan marah”, ketika ditanya bagaimana untuk menjadi shalih, karena kemarahan adalah datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalian pikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya??
Pelajaran akhlak dari kisah tersebut adalah, pernikahan berdasarkan:
Ilmu, bukan hanya penampilan (kecantikan)
Amal, bukan hanya berceramah atau bukan hanya membaca
Mudah memaafkan, tidak mudah marah
Ketaatan/ketundukan/keshalihan, bukan sekedar nafsu
Dan memilih pasangan yang seharusnya:
Mencitai Allah lebih dari segalanya
Mencintai Rasulullah (shalallahu ‘alai wa sallam) melebihi manusia manapun
Memiliki ilmu Islam, dan beramal/berbuat sesuai itu.
Dapat mengontrol kemarahan
Dan mudah diajak bermusyawarah, dan semua hal yang sesuai dengan ketentuan Syari’at Islam.
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Wanita dinikahi karena empat hal, [pertama] karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir”. (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)
Wassalam
Minggu, 05 Mei 2013
Tak Perlu Jauh-jauh, Ambilah Semua Kebahagian di Sini
Bismillah
Assalammualaikum, wr, wb
Kita, tidak pernah dibiarkan menjalani dan mengahadpi kehidupan ini sendirian. Tanpa rambu dan tanpa pelita. Pencipta kehidupan ini, Allah swt, memberi panduan yang banyak dan jelas, yang bisa menuntun kita selamat meniti langkah. Tidak terpeleset jauh karena kegelapan, tidak terperosok karena tak kenal arah, tidak tenggelam dalam ombak karena tak memiliki pegangan. Pencipta kehidupan ini, Allah swt, telah menurunkan syari'at untuk kita jalani agar bisa tetap kuat dan seimbang menjalani hidup. Dan, sholat adalah tiang paling utama yang menjamin keselamatan hidup kita.
- Tak Perlu Jauh-jauh, Beristirahatlah di Sini
Mengapa sholat yang secara lahir merupakan sebuah gerakan fisik justru disebut sebagai media istirahat? Inilah rahasia sholat yang memang tersirat dari sabda Rasulullah saw.Sesungguhnya Rasul saw mengajak kita mendirikan sholat untuk beristirahat dari ragam kesibukan yang meletihkan. Kesibukan apa saja, yang membuat pikiran tegang, perasaan gelisah, pikiran sempit dan jiwa yang mungkin terhimpit.
- Tak Perlu Jauh-jauh, Cobalah Nikmati Kecintaan Sejati di Sini
Ada saja orang yang tidak merasakan apa-apa ketika sholat. Hanya sebagai kebiasaan yang boleh jadi akan ditinggalkan jika dirasa situasinya sedang tidak mendukung. Malas, lesu, dikejar kesibukan berantai, memperioritaskan hal lain yang dianggap lebih menyenangkan. Memang begitulah jika sholat didasari sebuah kebiasaan, rutinitas, yang pasti berada di bawah tuntutan selera. Namun hal itu beda ketika kita memiliki sosok yang dicinta, hati kita akan penuh semangat dan rindu untuk bertemu. Begitulah seharusnya perjumpaan kita dengan Allah swt untuk memasuki pelataran rahmat dan pengampunan-Nya. Mereka yang memandang sholat dengan mata cinta pasti akan sangat merindukan dan mencintai sholat, sehingga melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan untuk sering dan bersegera berada dalam sholat.
- Tak Perlu Jauh-jauh, Gugurkan Dosa-dosa Itu di Sini
Sholat merupaka ibadah harian yang menjadikan seseorang selalu dalam perjanjian dengan Allah. Ketika diliputi dosa dan hati penuh debu kelalaian, sholat datang membersihkannya. Sholat ibarat sebuah air, yang selalu membersihkan ruhani seseorang lima kali sehari ketika seseorang itu dalam keadaan kotor, sehingga tidak tersisa sedikit pun. Rosulullah bersabda, "Sesungguhnya seorang Muslim apa bila ia berwudhu dan memperbaiki (wudhunya, lalu dia sholat untuk lima waktu, maka kesalahannya berguguran sebagaimana daun-daun ini berguguran." (HR. Ahmad, Nasa'i dan Thabrani). Secara lebih sederhana, Rosulullah saw mengutarakan, "Sesungguhnya seorang hamba ketika berdiri untuk sholat, maka didatangkan semua dosa-dosanya kemudian diletakkan ke atas pundaknya. Setiap kali dia ruku' dan sujud, maka dosa-dosa itu berjatuhan darinya." (HR. Thabrani, Baihaqi dan Abu Na'im).
- Tak Perlu Jauh-jauh, Di Sinilah Posisi Terdekat Kita dengan Allah
- Tak Perlu Jauh-jauh, Rengkuh Rasa Aman dan Tentram di Sini
- Tak Perlu Jauh-jauh, Mengadulah di Sini
Wassalam
Sumber : Majalah Tarbawi edisi 135/20 Juli 2006
Minggu, 17 Maret 2013
JOSH (Jomblo Sampai Halal)

Bismillah
Assalammualaikum, wr, wb
Kali ini saya akan berbagi kepada anda semua tentang apa yang saya rasakan sekarang ini. Ya, JOSH (Jomblo Sampai Halal) adalah sebuah ungkapan yang pertama kali saya lihat di salah satu account twitter ManJaddaWadjaddah. Ungkapan tersebut sebenarnya sebuah ungkapan asing bagi saya, yang bisa dibilang background agamanya masih kurang sekali. Sebenarnya apa sih itu JOSH.....????????
JOSH disini kalau saya mengartikan adalah sebuah rasa "CINTA" yang harus ditahan oleh pria maupun wanita untuk mengungkapkannya. Dengan kata lain ungkapan tersebut hanya boleh diutarakan ketika pria dan wanita sudah menikah. Jadi kalau sudah menikah ngk apa-apa tuh si suami bilang sama istrinya " Dek, saya cinta dan sayang sama kamu" atau sebaliknya ....cuiittt.....cuiitt......^_^
Ya JOSH, ungkapan tersebut sekarang sudah tertanam di dalam diri dan jiwa saya. Sebenernya saya dulu bertanya-tanya mulai dari zaman-zaman SMA sampe udah kepala 20an ini kenapa sih saya masih belum di kasih cowok alias pacar. Mungkin ini adalah jawaban yang Allah beri buat saya, yaitu JOSH. xixiixiixiiii ^_^
Dan saya yakin dan percaya sesungguhnya Allah masih sayang dengan saya, Dia tidak ingin melihat saya terluka dan dipermainkan oleh beribu-ribu ungkapan cinta yang keluar dari mulut si pangeran cinta. Seorangn wanita yang bisa menjaga harga dirinya di depan seorang pria yang belum halal baginya dalah seorang wanita yang hebat dan luar biasa.
Mungkin sekitar setahun lalu, saya memutuskan untuk JOSH ^_^. Jika ditanya mana pacarnya, kok udah segede ini masih belum punya pacar. Saya sih jawabnya enteng aja, maaf saya ngak cari pacar tapi cari suami. hehheheeee...heeeehheeee......
Jadi sekarang saya umumkan kepada para wanita-wanita yang diluar sana, mari kita JOSH yuk. Karena yakinlah Allah itu udah menciptakan kita itu berpasang-pasangan (QS. Ar-Rum : 21) tinggal waktunya aja belum kena. Jadi selagi kita menunggu datangnya si pemilik tulang rusuk, yuk kita memperbaiki diri. Supaya menjadi orang yang lebih baik lagi di mata Allah.
HIDUP JOSH......... ^_^
Maaf jika dalam penulisan ini, ada salah-salah kata dan kepada Allah saya mohon ampun.
Wasalammualaikum, wr, wb
Senin, 11 Februari 2013
QS. Ar Ra'd : 11
| http://img1.eramuslim.com/fckfiles/image/aksiHT/allah-qs13-11.png |
BISMILLAH
Assalammualaikum,wr.wb
Makna surat Ar Ra'd ayat 11 ini sungguh berarti buat saya, karena ada beberapa penggalan dari firman Allah tersebut yang membuat saya tersentuh.
1. sesungguhnya setiap manusia itu dilindungi/dijaga oleh para malaikat yang biasa disebut dengan malaikat Hafazah (maaf kalau salah tolong dikoreksi),
2. Seseorang tidak akan berubah menjadi lebih baik, jika orang tersebut tidak melakukannya sendiri
Berikut firman Allah dalam surat Ar Ra'd ayat 11 :
| http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/13_11.png |
Artinya : Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran,
di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah
menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat
menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Subhannallah, sungguh besar perlindungan Allah bagi kita umatnya, sudah sepatutnya kita melakukan apa yang Dia perintahkan. Karena Allah maha pengasih lagi maha penyanyang.
Waalaikumsalam, wr.wb
Minggu, 03 Februari 2013
TAWAZUN

Pelajaran pertama yang kami peroleh pada pertemuan kedua liqo ini adalah tentang Tawazun atau keseimbangan. Sebagaimana yang tertulis dalam surat Al-Mulk : 3
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ
"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?"
Jadi Allah itu menciptakan segala sesuatu pasti seimbang, termasuk juga kita sebagai manusia. Setiap manusia memiliki jasad/jasmani, akal dan rohani, ketiga-tiganya itu haruslah seimbang. Mari kita bahas satu persatu tentang hal itu ^_^
1. Jasmani / Jasadillah
Dalam HR. Muslim " Mukmin yang kuat lebih baik/disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Bagaimanakah untuk menjadi mukmin yang kuat.
a. Makanan, setiap manusia pasti membutuhkan makanan untuk hidup, hal tersebut tertulis dalam surat QS : 'Abasa : 24 dan QS : Al-Baqaroh : 168
b. Istirahat, Subhanallah istirahat pun telah diatur dalam al-qur'an QS : An-Naba' : 9, hal itu menunjukkan bahwa betapa pentingnya istirahat bagi tubuh manusia.
c. Kebutuhan biologis dan Olahraga
Kebutuhan biologis dan olahraga merupakan syarat yang ketiga untuk menjadi seorang mukmin yang kuat.
2. Akal
Makanan yang paling penting untuk akal adalah ilmu, karena dengan ilmu akal akan bisa membedakan yang baik dan yang buruk (QS : Ali - Imron : 190 & QS : Al - Alaq : 1). Selain itu manusia juga akan menjadi wakil Allah dimuka bumi ini sebagaimana yang tercantum dalam QS : Al - baqaroh : 30 & QS; Al Hazab : 72). Dalam surat Al Hazab itu di jelaskan bahwa manusia memiliki suatu amanat yang diberikan oleh Allah kepada manusia selama meraka masih hidup. Amanat itu adalah tugas-tugas keagamaan yang harus diamalkan oleh manusia.
3. Rohani
Untuk mengisi rohani, manusia membutuhkan makanan berupa dzikrullah. Dzikrullah berhubungan dengan masalah pengalaman ruhiyah (batin) seseorang. Karena dengan mengingat Allah hati dan jiwa kita akan menjadi tentram (QS : Ar-Ra'd : 28) & ( QS : Al - Jumu'ah : 10 )
Demikian dulu ya sharingnya, nanti minggu depan aq sharing yang lain. Mari kta bersama-sama menjadi orang yang kuat biar disukai oleh Allah. Maaf kalau ada salah-salah kata atau salah info, tolong di koreksinya, Syukron. salam ukhwah. ^_^
Minggu, 13 Januari 2013
Untuk Calon Imamku
Bismillah,
Teruntuk calon imamku, calon ayah bagi anak-anaku, dan pemilik tulang rusukku.
Sesungguhnya aq disini menantimu, untuk menghitbahku.
Dalam sujud selalu aq panjatkan doa untukmu, agar engkau tetap istiqhomah.
Aq yakin suatu saat nanti Allah akan mempertemukan kita dalam ikatan suci yang halal di mata-Nya.
Dan aq yakin, wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula.
Oleh sebab itu, aq disini sedang memperbaiki diri untuk menjadi seorang wanita yang solehah di mata Allah dan di matamu.
Dan aq juga berharap engkau disana juga sedang memperbaiki diri untuk menjadi seorang yang soleh.
Memang penantian itu terkadang menjenuhkan, tapi yakinlah sesungguhnya Allah maha mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mempertemukan kita berdua.
Sampai waktu itu tiba, ada baiknya kita terus mendekatkan diri kepada-Nya.
Karena alangkah indahnya jika hubungan kita ini halal di mata Allah.
Wahai calon imamku, sesungguhnya aq hanya mengharapkan izin dan ridho Allah atas semua ini.
Maka cintailah aq karena Allah...
Man Shabara Zhafira
Teruntuk calon imamku, calon ayah bagi anak-anaku, dan pemilik tulang rusukku.
Sesungguhnya aq disini menantimu, untuk menghitbahku.
Dalam sujud selalu aq panjatkan doa untukmu, agar engkau tetap istiqhomah.
Aq yakin suatu saat nanti Allah akan mempertemukan kita dalam ikatan suci yang halal di mata-Nya.
Dan aq yakin, wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula.
Oleh sebab itu, aq disini sedang memperbaiki diri untuk menjadi seorang wanita yang solehah di mata Allah dan di matamu.
Dan aq juga berharap engkau disana juga sedang memperbaiki diri untuk menjadi seorang yang soleh.
Memang penantian itu terkadang menjenuhkan, tapi yakinlah sesungguhnya Allah maha mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mempertemukan kita berdua.
Sampai waktu itu tiba, ada baiknya kita terus mendekatkan diri kepada-Nya.
Karena alangkah indahnya jika hubungan kita ini halal di mata Allah.
Wahai calon imamku, sesungguhnya aq hanya mengharapkan izin dan ridho Allah atas semua ini.
Maka cintailah aq karena Allah...
Man Shabara Zhafira
Langganan:
Postingan (Atom)
