Catatan Seorang Muslimah
Jumat, 20 Juni 2014
kebenaran surat-ar-rahman :19-20 ttg dua-laut-yang-tidak-pernah-bercampur
Surat al-Furqan (25) : 45-50, 53, Tentang Kekuasaan ALLAH
Minggu, 08 Juni 2014
Selalu Ada PILIHAN yg Terbaik⛅
✅Ketika kita tdk mampu mnjadi yg TERBAIK, berperanlah setidaknya jgn memilih utk menjadi TIDAK BAIK.
✅Saat kita tdk bisa menjadi org HEBAT, berjuanglah setidaknya jgn menjadi org yg MENYUSAHKAN.
✅Saat kita tdk mampu MEMBERI, bertahanlah setidaknya jgn menjadi org yg MEMINTA-MINTA.
✅Saat SAKIT meghampiri, bersabarlah setidaknya msh ada kesempatan sebelum MATI.
✅Hidup bukan perihal SIAPA KAMU DAHULU, tp yg terbaik adalah membuktikan SIAPA AKU SEKARANG.
✅Dunia bukan ajang pembuktian seberapa KAYA harta yg dipunya, tp seberapa TAAT persiapan kembali, seberapa byk AMAL yg dibekali.
✅Ketika sekedar tuk TERSENYUM saja terasa berat, setidaknya DIAM menjadi pilihan utk tak slg menyakiti.
✅Seberkah-berkahnya PENDIDIKAN adalah terbentuknya pribadi santun, brmanfaat, dan rendah hati, bukan ajang GENGSI utk memandang rendah mereka yg krg beruntung.
✅Biar dikata hidup ini KERAS, tp tetap berlakulah dg hati LEMBUT, krn yg sesungguhnya dibutuhkan adalah PERJUANGAN sejati, takkan padam api dihadapkan dg api.
✅Kalau kita tdk dapat berhenti MENGELUH, setidaknya JAGA perilaku agar jgn berbuat seperti apa yg kita keluhkan.
✅Jika kita merasa TERLAMBAT, bersyukurlah dan segera perbaiki, setidaknya kita msh punya KESEMPATAN.
✅Jika merasa masih punya KESEMPATAN, ya tunggu apalagi, berubahlah mulai dari SAAT INI.
✅Sebaik dan seburuk apapun kita, sesungguhnya jalan pulang itu cuma ada 2, SYURGA dan NERAKA.
⛅APAPUN pilihan yg dihadapkan di depan mata, percayalah saudara.. Bahwa ALLAH selalu selipkan pilihan yg terbaik..
SEBAIK-BAIK penyesalan adl menjadi yg LEBIH BAIK di khidupan skrg,
Karena wktu tak akan pernah kembali, maka jadikanlah SETIAP detiknya menjadi BERARTI..
More better, be a good moslem moslemah
From : Kutub 77 :-)
Selasa, 03 Juni 2014
Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arsy
Dikisahkan, pada waktu Rasulullah s.a.w. sedang bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan yang terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:
“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badui? Kalau bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badui itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan sabdanya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badui itu pula.
Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku ini Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya.
“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:
“Wahal orang Arab! janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu balasannya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”
Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata:
“Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab badui itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa besar maghfirahnya,’ jawab orang itu. ‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luas pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’
Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingat betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun kembali seraya berkata:
“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arsy lupa dengan bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga Ia bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang Arab badui itu, ketika mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.
Senin, 07 April 2014
Kenapa mereka memanggilku Buruk Rupa?
Ini bukan cerita fiksi, namun kisah nyata yang ku alami.
Aku melalui masa-masa sekolahku dengan getir getir serta pahitnya rasa dihina karena aku tak secantik mereka.
Aku tergolong gadis yang cerdas dalam akademik terutama bidang seni rupa, matematika, dan komputer di kelas. Terkadang ada tekanan di dalam diriku, aku enggan bertemu kawan-kawanku di sekolah. Karena apa? Karena tidak ada temanku yang melihatku dari sisi akademik, mereka memilih-milih dalam bergaul. Mereka melihatku dari fisik, menyingkirkanku di saat bergaul namun mencariku di saat tak bisa mengerjakan matematika, desain grafis dan pemrograman web komputer.
Pilu sekali rasanya, melihat kawan-kawan SMA ku dipuja puja banyak pria. Sedang aku, selalu ku terima panggilan dengan nama nama tak layak bahkan di samakan dengan hewan. Sakit? Jelas sakit hatiku, jika aku bisa membuat wujudku sendiri akupun ingin yang terbaik.
Aku dulu terlahir sama seperti mereka, namun karena kecelakaan bibirku harus menjadi tebal bekas luka. Saat SMP gigiku pun mengalami kelainan, ada pertumbuhan gigi yang tak semestinya. Gigiku menjadi renggang, namun di beberapa gigi mengalami gingsul sehingga membuatku menjadi TONGOS. Kulitku pun tak seputih dan semulus mereka. Aku harus mengayuh sepeda yang jauh untuk bersekolah, karena saat itu orang tua ku belum mampu membelikan sepeda motor semua uang di kerahkan untuk mengobati kakek dan nenekku.
Terkadang aku menangis di pangkuan ibu dan dalam sujud panjangku. Ibu selalu menenangkanku, berusaha menguatkan aku untuk tegar dan bersyukur bahwa aku masih bisa bernafas dan memiliki prestasi.
Hari-hari ku lalui dengan semangat dan syukur, pelan-pelan aku menjadi kuat menjadi terbiasa. Walau terkadang penat dan pilu masih menghampiri.
Lalu hidayah itu menyapa ketika aku kelas 12 SMA, aku mengikuti ekstra Kajian Islam. Dari situ Allah membuka jalan itu. Kubulatkan tekad mengenakan jilbab walau saat itu belum syar’i.
Hingga aku lulus SMA, aku mengambil study lanjutan di salah satu Universitas Negeri di Jawa Timur. Aku tetap berprestasi. Perlahan aku semakin mendalami Islam, mencintai dakwah dan benar benar menikmati tiap langkah ini. Dan akupun berhijrah mengenakan jilbab syar’i.
Aku sering mengeluhkan sakit pada gusi ku setiap menggosok gigi karena berdarah, mau tak mau aku harus menuruti saran dokter untuk behel gigi. Ya Rabb, aku takut Engkau Murka. Aku di landa galau yang luar biasa. Kutanyakan pada ustadzah dan beristikharah, bolehkah muslimah behel gigi untuk alasan kesehatan. Karena jika dibiarkan posisi gigi ku bisa menyebabkan infeksi. Dan kutemui jawaban untuk behel gigi.
Aku kembali mengalami ujian, kulitku menjadi sensitif dan gatal gatal merah. Sehingga mau tak mau aku harus mengobati nya dengan cream-cream dokter kulit yang halal..
Setelah itu ku rutinkan dalam merawat diri dengan cara-cara yang syar’i dan memelihara wudhu. Alhamdulillah sembuh..
Hari hari telah berlalu, bulan telah berlalu dan tahun berlalu.
Aku bertemu guru SMA ku yang saat itu juga suka mencibir fisikku, beliau kaget tak percaya, benarkah aku muridnya yang dulu?
Ya, banyak orang yang bilang aku berubah tak dikenali. Kurus, tongos , dengan rambut panjang , kulit kusam dan penampilan tomboy. Kini berubah, dengan penampilan syar’i dan fisik yang mereka bilang cantik. Aku bangga? Oh tidak, aku sadar ini titipan dan tak abadi. Allah bisa merubahnya sewaktu-waktu, karena aku pun telah mengalami perubahan luar biasa itu.
Kini aku benar-benar tau akan hikmah itu, aku ditempa dan Allah kuatkan iman dengan berbagai ujian dan cacian. Hingga Allah membuktikan kuasaNYA, tiada yang tak mungkin bagiNYA. Ketika perlahan-lahan aku berproses dalam hijrahku untuk taat padaNYA, disanalah perlahan Allah memberiku kejutan-kejutan ini. Kadang akupun masih sering menangis mengingat perubahan ini. Betapa sayangnya Allah padaku, Allah beri cara terindah untuk menguatkanku. Fisik yang dulu mereka bilang buruk rupa itu menjadi pengendali untuk tak mengenal cinta terlarang dalam bingkai pacaran, karena saat itu tak ada yang mau memacari gadis sepertiku. Akupun menemukan mana sahabat yang menyayangiku apa adanya. Aku mendapatkan pekerjaan dan rezeki-rezeki yang menilaiku dari prestasi bukan umbaran tubuh seksi. Aku semakin kuat dalam langkah dakwah ini. Sedikitpun tak tersisa benci dan dendam pada mereka yang memaki, hanya do’a untuk kebaikan mereka lah yang bisa ku beri.
Lalu apa yang menghalangimu untuk berjilbab syar’i? Apakah engkau takut tidak cantik lagi? Atau engkau berdalih kurangnya rezeki?
Allah yang maha mengatur segalanya, aku telah membuktikan sendiri keagungan Allah dan kuasanya. Kekuatan iman, perubahan fisik, dan bahkan aliran rezeki-rezeki serta kejutan cinta Allah yang luar biasa. Semakin kusembunyikan cantikku dari ajnabi maka Allahpun semakin mempercantik diriku. Masihkah engkau meragukan Allah? Meragukan aturan-aturanNYA?
Berhenti beralasan dulu, cobalah jalani, cobalah terus istiqomahkan diri dalam ketaatan. In syaa Allah kan kau temukan kejutan-kejutan cinta dari Allah yang luar biasa. :’)
SAUDARI yang mencintaimu.
Sumber : Peduli Jilbab
Pakaian Walimatul Ursy

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saudariku muslimah, sering kita jumpai saat acara-acara penting seperti pernikahan muslimah yang sehari-harinya berpakaian syar’i tiba-tiba berubah. Kerudung tidak menutupi dada dan membentuk leher, serta pakaian ketat dan balutan make up berlebihan.
Saudariku muslimah, apakah akan kau gadaikan hari spesial dalam hidupmu dengan balutan busana pernikahan yang tak sesuai syari’at?
Saudariku, engkau tetap cantik dan bersahaja dengan pakaian pengantin yang sesuai aturan Nya. Dengan balutan jilbab syar’i engkau tampil sbg pengantin muslimah, tak ada sedikitpun celah untuk kusuguhkan lekuk tubuh ini pd undangan.
Seformal apapun acaranya, jagalah amanah Allah saudariku.. Longgarkan jilbabmu, ulurkan kerudungmu menutupi dada.. Karena cantikmu istimewa.
#dakwahmuslimah